tujuh belas ribu mawar bening

By | 06.30 Leave a Comment
ya Maha.


mengapa purukkanku dalam cinta?
karenanya,aku tak bisa lagi tertawa
aku gulana, pakat tanpa damba

resah, redup tanpa bara
tanpa lagu, tanpa nada, tanpa..

Mu?

emas bagaskara sedang merayu pekat kelam tuk gantikannya naungi hari.
tapi aku disini terperangah oleh dayu,
tersihir oleh sepi.

arca cintaku yang dulu raih angkasa kini runtuh sudah.
dimana para dewa dan apa saja yang mereka kerjakan di nirwana?



ya Maha.

aku terbelenggu. sesuatu diluar jangkauan jiwaku.
dia keruh,
dia kelabu.
biar begitu, dia tetap tidak bisa palingkan putihku dari kemaharajaan maya.

surat wasiat rinduku telah selesai ditulis oleh tinta asa.
akan kusertakan tujuhbelas ribu mawar bening dan secawan air mata jingga.
agar kau mengerti, walau tutur tak beraga.
bahwa sampai kapanun,
 padamu,
aku jatuh cinta !








bekasi, 06 october 2004
00:14 at night in my bed..



(well, at least i tried to spill my heart..)

0 komentar:

Posting Komentar