angkasaku

By | 10.22 Leave a Comment
malam diam.
hanya serpih angin yang berbisikan.
mencoba pekakkan aludra yang perlahan menghilang.

bulan melarikan diri.

maka melodi itu rusak
maka rindu merindu
maka resah terrekam oleh rasaku

gemersik lagukan shaula,
redupkan kota cahaya

galaksi saling bertiup gravitasi,
hingga mars pindah ke merkuri
membelah ekliptika hingga bintang tak ada lagi.

cinta meredam maya,
hanya untuk Dia

bangkitlah.
sedetak, seirama
luluh lantakkan rentak angkasa.

riuh rendah yang selalu berubah,
taurus
virgo
leo
atau libra?

tujuh lingkaran kosentrik berwarna merah,
alpha
beta
atau gamma?

pita pada peta langit
akan kusilang jadi namaMu

agar terproyeksi asensio rekta pada tiap gerhana.

centaurus terus perangi crux.
bingkiskan luka
buatku tertawa,

spica berterbangan
tinggi ke lipatan imaji,
rentas-merentasi mimpi,

risalah hati lipur lara yang berdarah,
mekarkan lacerta yang mestinya hitam..

gaung bergema siang malam
mengalunkan suara
buat orion turut berwalsa pada magnituda yang tak berirama

deklinasi diukir seni,
kuhiasi dengan capella,

masihkah plato punya bicara?

terlalu lama menunggu,
aku akan pergi.

lintasi tiap rasi,
kali ini,

takkan kembali.


144944
221005

--untuk semua bintang yang pernah hiasi angkasaku,terimakasih!--

0 komentar:

Posting Komentar